PKNI Soroti Obat Penenang Benzodiazepine yang Rentan Dijual Bebas

Jakarta, VM, wanita yang menghebohkan media sosial karena belanja dan jalan-jalan dalam keadaan nyaris bugil, diketahui pernah mengonsumsi benzodiazepine. Pemeriksaan oleh polisi masih dilakukan untuk mengatahui kondisi kejiwaan VM dan obat-obatan apa saja yang dikonsumsinya.

Benzodiapine sendiri adalah golongan obat penenang yang terdiri dari beberapa jenis obat. Sama seperti obat penenang lainnya, untuk membeli benzodiapine, atau sering disingkat benzo, seseorang membutuhkan resep dari

Namun Edo Agustian, Koordinator Nasional Persaudaraan Korban NAPZA Indonesia (PKNI) mengatakan benzodiazepine masih rentan disalahgunakan. Hal ini terjadi karena ada oknum-oknum yang menjual benzodiazepine secara bebas, baik di apotek maupun pasar gelap.

“Padahal benzo ini kan obat benar ya, obat legal, dibuat oleh industri farmasi. Tapi penyalahgunaannya masih sering kita temui di lapangan,” tutur Edo, saat ditemui detikHealth di Cikini baru-baru ini.

PKNI memang tidak memiliki data pasti soal bagaimana dan seberapa parah tingkat penyalahgunaan benzodiazepine. Namun berdasarkan pengalamannya mengadvokasi para korban NAPZA, edo mengatakan penjualan benzodiazapine di pasar gelap cukup tinggi.

“Misalnya di apotek dengan resep dokter itu benzo dijualnya Rp7.000 per 10 butir. Tapi di pasar gelap harganya bisa naik tinggi, Rp25.000 per butirnya,” ungkap Edo lagi.

Oleh karena itu, ia meminta para instansi dan lembaga terkait seperti Badan Narkotika Nasional (BNN) ddan juga Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk lebih memerhatikan hal ini, terutama penjualan obat-obat legal di pasar gelap dan jalanan yang tanpa pengawasan.

“Kalau konsumsi 1 butir saja saya kira efekknya nggak seberapa ya. Tapi yang masalah ini kan yang konsumsinya banyak, nanti efeknya malah bisa bikin jadi agresif,” paparnya.

Sumber https://health.detik.com/read/2017/06/08/122810/3524081/763/pkni-soroti-obat-penenang-benzodiazepine-yang-rentan-dijual-bebas?_ga=2.54877741.786356240.1496851499-1783006085.1491493192

Advertisements

Makan Telur Sehari Sekali, Anak Bisa Tumbuh Tinggi Terhindar Stunting

Jakarta, Stunting (tumbuh pendek) adalah masalah kesehatan global pada anak-anak yang bisa diakibatkan oleh gizi kurang. Masalah stunting ini menjadi perhatian serius terutama di daerah miskin di mana para orang tua mungkin kesulitan untuk memberikan anaknya asupan bergizi.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) sekitar 155 juta anak usia lima tahun ke bawah saat ini diperkirakan tubuhnya pendek di bawah rata-rata.

Terkait hal tersebut, para peneliti dari University of Washington melaporkan telah melakukan eksperimen untuk mencegah stunting di Ekuador. Kepada 160 anak usia 6-9 bulan peneliti memberikan asupan sebutir telur gratis setiap hari selama enam bulan.

Hasilnya diketahui bahwa pada kelompok anak yang diberikan telur prevalensi stuntingnya berkurang hingga 47 persen dibandingkan anak yang tidak mendapat telur. Padahal ketika studi baru dimulai kelompok anak yang mendapat telur tersebut sebetulnya lebih pendek dibandingkan anak-anak lain.

“Kami terkejut dengan betapa efektifnya intervensi ini. Dan yang lebih bagusnya telur masih relatif murah dan mudah diakses oleh populasi yang rentan terhadap ancaman kelaparan serta defisiensi nutrisi,” kata pemimpin studi Lora Iannotti seperti dikutip dari BBC, Kamis (8/6/2017).

Menurut Profesor Mary Fewtrell dari Royal College of Paediatrics and Child Health telur mungkin tidak populer di beberapa tempat karena kekhawatiran orang tua terhadap masalah alergi. Namun demikian tidak mengubah fakta bahwa telur termasuk pangan bernutrisi tinggi yang mudah didapat.

“Telur adalah makanan anak bernutrisi tinggi yang bisa dikenalkan sebagai ragam diet begitu ibu ingin mengenalkan makanan pendamping. Tapi jangan sebelum anak berusia empat bulan,” kata Prof Mary.

Sumber: https://health.detik.com/read/2017/06/08/115531/3524056/1301/makan-telur-sehari-sekali-anak-bisa-tumbuh-tinggi-terhindar-stunting?_ga=2.81627409.786356240.1496851499-1783006085.1491493192

Pengemudi Bus Jalani Cek Kesehatan di Terminal Tirtonadi Solo

Solo – Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta bersama Polresta Surakarta dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membuka posko cek kesehatan di Terminal Tirtonadi. Layanan cek kesehatan dibuka khusus bagi para pengemudi bus angkutan lebaran 2017.

Cek kesehatan dilakukan sebagai persiapan memasuki masa arus mudik lebaran 2017. Seluruh pengemudi yang masuk ke terminal tipe A itu harus menjalani serangkaian tes, mulai dari cek tekanan darah dan tes urine.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta, Siti Wahyuningsih, mengatakan pengecekan kesehatan akan kembali dilakukan pada 12 Juni mendatang.

“Kita cek mulai dari tensinya. Kan pengemudi harus konsentrasi penuh, kalau tensi tinggi risikonya pembuluh darah bisa pecah, bisa stroke. Gula darah kalau tinggi berarti metabolismenya tidak bagus,” kata Wahyuningsih, Kamis (8/6/2017).
Dari hasil cek kesehatan, tim kesehatan kemudian memberikan rekomendasi kepada masing-masing pengemudi.

“Kalau kondisinya memang tidak fit jangan dipaksakan. Jangan sampai karena kesalahan satu orang menyebabkan penumpang dan masyarakat celaka,” ungkapnya.

Sementara itu Kasatlantas Polresta Surakarta, Kompol Imam Syafi’i, mengatakan pihaknya akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut apabila ada pengemudi yang terindikasi menggunakan narkoba.

“Apabila diketahui menggunakan narkoba, nanti ada undang-undang yang mengatur. Polisi siap menindak. Ini supaya nanti kenyamanan masyarakat terjamin saat mudik,” ujarnya.
(mbr/mbr)
Jadilah narasumber detikcom dengan cara mengirimkan informasi seputar mudik ke pasangmata.com

Sumber : https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-3524252/pengemudi-bus-jalani-cek-kesehatan-di-terminal-tirtonadi-solo?_ga=2.121930253.786356240.1496851499-1783006085.1491493192