PERDANA DI UINSA, DWP GELAR SOSIALISASI SPAK

UINSA Newsroom, Senin (22/05/2017); Berbicara mengenai pembangunan karakter, perempuan layak dianggap sebagai garda depan upaya tersebut. Mengapa? Sebab karakter tidak tumbuh dalam semalam. Akan tetapi ia lahir dari interaksi social yang intens dari lini terkecil masyarakat yakni keluarga hingga lini terbesar berupa negara dan dunia. Kesepakatan akan nilai inilah yang menjadi dasar bagi gerakan perempuan untuk lebih gencar melakukan berbagai sosialisasi nilai-nilai postif kehidupan dengan perempuan sebagai subyek sekaligus obyek pemberdayaan. Salah satu diantaranya seperti yang digagas Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag RI melalui Sosialisasi Gerakan ‘Saya Perempuan Anti Korupsi’ (SPAK). Dilaksanakan secara perdana di Lingkungan Perguruan Tinggi, DWP UIN Sunan Ampel Surabaya mendapat kesempatan emas untuk menjadi tuan rumah bagi sosialisasi yang ditujukan untuk seluruh pegawai dan dosen perempuan, serta istri pegawai dan atau pimpinan di kampus yang beralamatkan di Jl. A. Yani No. 117 tersebut. Kegiatan sosialisasi ini digelar di Gedung Amphiteater Lt. 3 UIN Sunan Ampel Surabaya, Senin, 22 Mei 2017.

Hadir dalam kegiatan ini Penasihat DWP Kemenag RI, Hj. Trisna Willy Lukman Hakim Saifuddin, Ketua DWP Kemenag RI, Hj. Indah Nursyam, Ketua DWP UIN Sunan Ampel Surabaya, Hj. Nihayatus Sa’adah A’la, serta atas nama pimpinan, hadir pula, Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. Dr. H. Abd. A’la, M.Ag. Hj. Nihayatus dalam laporannya selaku panitia penyelenggara menyampaikan, perempuan memiliki peran yang strategis dalam menyebarluaskan upaya pencegahan perilaku korup sedini mungkin. Sebab, perempuan atau kaum ibu merupakan figur sentral dalam memberikan dasar kejujuran bagi anak dan keluarganya.

Senada dengan yang disampaikan Hj. Nihayatus, Prof. A’la juga mengapresiasasi pentingnya peran perempuan dalam keluarga. Bahkan disampaikan Prof. A’la, perempuan merupakan kunci sukses seseorang atau keluarga. “Kita semua tentu memiliki keinginan sama, dalam birokrasi dan reformasi yang bersih dan melayani. Salah satunya adalah melalui peran istri,” ujar Prof. A’la menegaskan. Lebih lanjut disampaikan, bahwa acara sosisalisasi tersebut mnejadi bentuk makarimal akhlaq, upaya membersihkan hati dan diri. “Kami mengharap dukungan Kemenag RI untuk bisa mengawal Indonesia menjadi lebih baik,” pungkas Prof. A’la mengakhiri sambutan.

Sementara itu, dalam Sosialisasi Gerakan SPAK yang mengangkat tema, ‘Kekuatan Perempuan, Inspirasi Perubahan” ini bertindak sebagai Keynote Speech sekaligus membukan acara secara resmi, Hj. Trisna Willy Lukman Hakim Saifuddin. Selanjutnya acara Sosialisasi juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang menghadirkan pembicara, Judhi Kristantini (Perwakilan KPK) dan Gandjar Laksamana Bonaparta, S.H., M.H. (Pakar Hukum Pidana Korupsi).

Hj. Trisna Willy dalam penyampaiannya mengatakan, SPAK merupakan gerakan yang digagas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan dicanangkan pada 22 April 2017. Pemerintah dan para ahli pun, dijelaskan Hj. Trisna Willy, telah menempatkan korupsi sebagau tindak pidana yang tergolong kejahatan luar biasa (extraordinary crime) karena daya rusaknya yang sangat hebat. “Daya rusak korupsi sebenarnya telah disadari banyak orang. Namun anehnya, fakta mengungkapkan bahwa korupsi di Indonesia terus meningkat setiap tahun baik secara kuantitas maupun kualitas,” terang Hj. Trisna Willy.

Hal itu menurut Hj. Trisna Willy, mengutip apa yang disampaikan Guru Besar Hukum Pidana dari Universitas Indonesia, Harkristuti Harkisnowo, menjamurnya tindak pidana korupsi disebabkan mekanisme control belum berjalan secara efektif, penegakan hukum yang belum sepenuhnya, dan rendahnya profesionalisme dalam sistem penegakan hukum. Selain itu, korupsi juga dinilai memiliki dimensi yang kompleks baik dari segi struktur maupun pelakunya. Sehingga tidak heran, ketika upaya penegakan korupsi pun diibaratkan seperti mengurai benang kusut.

Lebih lanjut terkait Gerakan SPAK, Hj. Trisna Willy mengatakan, perempuan atau ibu memiliki peran sentral dalam upaya pencegahan. Mengingat, perempuan sebagai profesional dengan karakternya yang khas untuk melahirkan, mengembangkan, memelihara, dan berbagi serta adanya kebutuhan berkumpul yang besar, membuat perempuan mampu menciptakan kesempatan sosialisasi yang lebih banyak dalam masyarakat. Sehingga jelas, grakan SPAK sangat urgent dan strategis karena lansung menghujam wilayah yang diduga kuat menjadi sumber bersemainya perilaku koruptif, yaitu keluarga. Dimana perempuan yang memegang peranan penting dalam menanamkan nilai-nilai anti korupsi pada keluarga. “Oleh karena itu, mulai sekarang jadikan keluarga kita sebagai tempat yang nyaman bagi anak-anak kita. Karena masa depan Negara ini ada di tangan mereka. Kejujuran harus dijadikan DNA atau jati diri mereka, gunan mewujudkan Negara yang lebih baik di masa depan,” pungkas Hj. Trisna Willy mengakhiri sambutan.

Selain sesi diskusi dan tanya jawab, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan permainan alat bantu SPAK yang dipandu para Agen SPAK Jawa Timur dan Kota Surabaya. Selanjutnya, penyerahan cindera mata dan ramah-tamah menjadi agenda penutup acara yang memungkasi kegiatan tersebut pada pukul 17.00 WIB. (Nur/Humas)

http://www.uinsby.ac.id/news/id/12682/perdana-di-uinsa-dwp-gelar-sosialisasi-spak

Advertisements

SATU INDONESIA, SATU PANCASILA

UINSA Newsroom, Kamis (01/06/2017); Juni menjadi bulan yang istimewa bagi Bangsa Indonesia. Bulan yang digaungkan sebagai Bulannya Pancasila. Sebab, pada bulan inilah dasar Negara tersebut dirintis sebagai buah pikiran para pendiri bangsa, lantas disahkan sebagai dasar hukum utama Bangsa Indonesia selain UUD 1945. Lebih istimewa lagi, ketika pada tahun 2016, tanggal 1 Juni ditetapkan sebagai Hari Lahir Pancasila sekaligus Hari Libur Nasional berdasarkan Keppres RI Nomor 24 Tahun 2016 Tentang Hari Lahir Pancasila. Dalam Keppres tersebut, Presiden RI juga mengamanatkan bahwa Pemerintah bersama seluruh komponen bangsa dan Masyarakat Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila setiap tanggal 1 Juni.

UIN Sunan Ampel Surabaya, dalam rangka peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2017 pun menggelar Upacara Bendera yang diselenggarakan di Halaman Gedung Twin Tower pada pukul 08.00 WIB. Dalam upacara yang mengusung tema ‘Saya lndonesia, Saya Pancasila’ tersebut, Dr. H. Imam Ghazali, MA., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora bertindak sebagai Pembina Upacara. Dr. Ghazali yang membacakan sambutan Presiden RI Joko Widodo menyampaikan, bahwasannya Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila merupakan bentuk meneguhkan komitmen untuk lebih mendalami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Pancasila, menurut Presiden, merupakan hasil dari satu kesatuan proses yang dari jiwa besar para founding fathers, para ulama, dan pejuang kemerdekaan dari seluruh pelosok Nusantara sehingga bisa membangun kesepakatan bangsa yang mempersatukan. Sebab, keberagaman merupakan kodrat Bangsa Indonesia. “Namun, kehidupan berbangsa dan bernegara kita sedang mengalami tantangan. Kebinekaan kita sedang diuji. Saat ini ada pandangan dan tindakan yang mengancam kebinekaan dan keikaan kita. Saat ini ada sikap tidak toleran yang mengusung ideologi selain Pancasila. Masalah ini semakin mencemaskan tatkala diperparah oleh penyalahgunaan media sosial yang banyak menggaungkan hoax alias kabar bohong,” ujar Dr. Ghazali menegaskan.

Oleh karenanya, Presiden mengajak peran aktif para ulama, ustadz, pendeta, pastor, bhiksu, pedanda, tokoh masyarakat, pendidik, pelaku seni dan budaya, pelaku media, jajaran birokrasi, TNI dan Polri serta seluruh komponen masyarakat untuk menjaga Pancasila. Pemahaman dan pengamalan Pancasila dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara harus terus ditingkatkan. Ceramah keagamaan, materi pendidikan, fokus pemberitaan dan perdebatan di media sosial harus menjadi bagian dalam pendalaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila.

Komitmen pemerintah untuk penguatan Pancasila, tegas Presiden, sudah jelas dan sangat kuat. Berbagai upaya terus dilakukan. Seperti halnya, telah diundangkan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2017 tentang Unit Kerja Presiden Pembinaan ldeologi Pancasila guna memperkuat pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, yang terintegrasi dengan program-program pembangunan. Pengentasan kemiskinan, pemerataan kesejahteraan dan berbagai program lainnya, menjadi bagian integral dari pengamalan nilai-nilai Pancasila. “Tidak ada pilihan lain kecuali kita harus bahu membahu menggapai cita-cita bangsa sesuai dengan Pancasila. Tidak ada pilihan lain kecuali seluruh anak bangsa harus menyatukan hati, pikiran dan tenaga untuk persatuan dan persaudaraan. Tidak ada pilihan lain kecuali kita harus kembali ke jati diri sebagai bangsa yang santun, berjiwa gotong royong dan toleran. Dan tidak ada pilihan lain kecuali kita harus menjadikan lndonesia bangsa yang adil, makmur dan bermartabat di mata internasional,” imbuh Dr. Ghazali.

Diakhir sambutan tertulisnya, Presiden mengingatkan agar waspada terhadap segala bentuk pemahaman dan gerakan yang tidak sejalan dengan Pancasila. Pemerintah pasti bertindak tegas terhadap organisasi-organisasi dan gerakan-gerakan yang AntiPancasila, Anti-UUD 1945, Anti-NKRl, Anti-Bhrnneka Tunggal/ka. “Sekali lagi, jaga perdamaian, jaga persatuan, dan jagapers audaraan di antara kita. Mari kita saling bersikap santun, saling menghormati, saling toleran, dan saling membantu untuk kepentingan bangsa. Mari kita saling bahu-membahu, bergotong royong demi kemajuan lndonesia,” pungkas Dr. Ghazali. (Nur/Humas)

http://www.uinsby.ac.id/news/id/12683/satu-indonesia-satu-pancasila

MAHASISWA UINSA IKUTI ITHLA ABROAD 2017 DI MALAYSIA

UINSA Neswroom, Senin (05/06/2107); Bulan Mei lalu, tepatnya pada tanggal 16-30 Mei 2017, salah satu mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya yaitu Qurrotu A’yun dari jurusan Pendidikan Bahasa Arab, terpilih mengikuti program Ithla Abroad 2017. Program pengajaran keterampilan bahasa arab di Malaysia ini diselenggarakan Persatuan Mahasiswa Bahasa Arab Indonesia yang bekerjasama dengan Ma’had Tahfiz ArRahmah, Terengganu, Malaysia. Program yang diadakan selama dua minggu ini diikuti 4 Mahasiswa dari berbagai PTKIN di Indonesia. Seperti UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Malang, UIN Jakarta, UIN Yogyakarta, UIN Bandung, IAIN Palangkaraya, STAIN Kediri, dan STAIN Kudus.

Di Malaysia, para mahasiswa ini mengajarkan Bahasa Arab dengan kemasan yang berbeda. Jika pada umumnya pengajaran Bahasa Arab diisi dengan materi bahasa, kali ini para mahasiswa mengajarkan Bahasa Arab melalui keterampilan berbahasa, seperti Qiroatu Syi’ir (membaca puisi), Khitobah (Pidato) dan Insya’ (mengarang). Selain itu, Mahasiswa Bahasa Arab ini juga mengajarkan beberapa lagu berbahasa arab, Muhadtasah dan juga mengadakan perlombaan dipenghujung acara. “Lombanya berupa drama berbahasa Arab juga beberapa keterampilan berbahasa yang sebelumnya kami ajarkan,” ujar Qurrotu A’yun.

Lebih lanjut Qurrotu A’yun juga menjelaskan, bahwa siswa di Mahad Tahfiz ArRahmah tidak hanya berasal dari Malaysia. Beberapa siswa juga berasal dari negara lain seperti Kamboja, Thailand, Vietnam dan Filipina. Keberagaman latar belakang tersebut tidak menyurutkan mahasiswa semester VIII ini untuk mengajar Bahasa Arab, walaupun terkadang menemukan kesulitan dalam pemahaman makna dan arti.

Selain mengajar Bahasa Arab, Mahasiswa UINSA ini juga menjadi delegasi yang mewakili Persatuan Mahasiswa Bahasa Arab Indonesia dalam kunjungannya ke Universiti Kebangsaan Malaysia. Perihal kaitannya dengan kerjasama antara Mahasiswa Bahasa Arab Indonesia dan Malaysia. “Ada kebanggaan tersendiri bisa mewakili Indonesia khususnya UIN Sunan Ampel Surabaya dalam ajang internasional ini,” ujar Qurrotu A’yun. (QA/IO)

http://www.uinsby.ac.id/news/id/12684/mahasiswa-uinsa-ikuti-ithla-abroad-2017-di-malaysia